BERITA

Detail Berita

Upacara Bendera Senin: Menumbuhkan Soft Skill, Membentuk Pribadi yang Siap Menghadapi Masa Depan

Senin, 24 Agustus 2026 09:41 WIB
90 |   -

Balige, TRIAS Bintang Timur 24/08/2026 – Senin pagi, seluruh warga SMA Swasta Bintang Timur 1 Balige kembali mengikuti upacara bendera yang adalah kegiatan rutin tiap hari senin dan berlangsung dengan khidmat di lapangan sekolah. Upacara kali ini dipercayakan kepada kelas XII MIA 6 sebagai petugas pelaksana.

Upacara berlangsung tertib dan penuh semangat. Adapun susunan petugas upacara adalah Ibu Wirana Feronika Sinambela, S.Pd. sebagai Pembina Upacara dan Anugrah S. Panjaitan sebagai Pemimpin Upacara. Pemimpin barisan dipercayakan kepada Resky Valentino Gabe Hutapea, Samuel Kenso Marpaung, dan Zico Porman Pangaribuan, sementara bagian tata tertib dilaksanakan oleh Arta Insani Sianipar.

Petugas pengibar bendera adalah Metanoia Gabriela Sitompul, Irene Hany Patricia Silalahi, dan Tessalonika FM Siahaan. Pembacaan Pembukaan UUD 1945 dilakukan oleh Swesty Sry Hutasoit, sedangkan Florentina Lastiar Olivia Hasibuan membacakan Ikrar Pelajar. Shereen Raygita Sianturi bertugas sebagai ajudan, Glorya CE Simanjuntak membawakan doa, dan Sanggul TE Panjaitan bertugas sebagai dirigen.

Soft Skill: Bekal Penting bagi Peserta Didik

Dalam amanatnya, Ibu Wirana Feronika Sinambela, S.Pd. mengajak seluruh peserta didik untuk menyadari bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang nilai akademik untuk memasuki perguruan tinggi ternama, tetapi juga tentang kemampuan-kemampuan nonakademik atau soft skill yang akan sangat menentukan keberhasilan seseorang dalam kehidupan.

Menurutnya, seorang siswa mungkin memiliki nilai yang tinggi dalam ujian dan itu penting, tetapi keberhasilan untuk bertahan di masa depan juga membutuhkan kemampuan untuk berkomunikasi, bekerja sama, bertanggung jawab, mengelola waktu, menyelesaikan masalah, beradaptasi, serta menghargai orang lain.

Hal tersebut dapat dilihat secara konkret dalam kehidupan sehari-hari di kelas. Misalnya, ketika guru memberikan tugas kelompok, siswa tidak cukup hanya memahami materi pelajaran. Mereka juga belajar bagaimana membagi tugas secara adil, mendengarkan pendapat teman, menyampaikan ide dengan baik, menyelesaikan perbedaan pendapat, dan memastikan pekerjaan kelompok selesai tepat waktu. Semua proses tersebut merupakan latihan soft skill.

Demikian pula ketika seorang siswa melakukan presentasi di depan kelas. Kemampuan berbicara dengan jelas, membangun kepercayaan diri, menguasai materi, menjawab pertanyaan, dan menerima kritik merupakan keterampilan yang akan sangat berguna ketika mereka memasuki perguruan tinggi maupun dunia kerja.

Ibu Wira juga mengingatkan bahwa disiplin sederhana di sekolah merupakan bagian dari pembentukan soft skill. Datang tepat waktu, mengerjakan tugas sesuai batas waktu, menjaga kebersihan kelas, mengikuti aturan sekolah, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang dipercayakan merupakan kebiasaan-kebiasaan kecil yang perlahan membentuk karakter besar.

Pendidikan yang Membentuk Manusia Seutuhnya

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta didik bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar angka di rapor. Sekolah adalah ruang untuk bertumbuh menjadi pribadi yang matang, bertanggung jawab, mampu bekerja bersama, dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Terlebih bagi peserta didik kelas XII, soft skill menjadi bekal penting dalam mempersiapkan diri menuju jenjang pendidikan berikutnya dan kehidupan yang lebih luas. Dunia setelah sekolah membutuhkan orang-orang yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu berkomunikasi, berkolaborasi, beradaptasi, dan memiliki karakter yang kuat.

Upacara bendera pagi itu akhirnya bukan sekadar rutinitas awal pekan. Ada pesan penting yang dibawa pulang oleh setiap peserta didik: belajar bukan hanya untuk menjadi pintar, tetapi untuk menjadi pribadi yang mampu menggunakan kepintarannya dengan bijaksana dan bertanggung jawab.

Semangat tersebut sejalan dengan identitas SMA Swasta Bintang Timur 1 Balige dalam menghidupi Fides, Scientia et Fraternitas: menyalakan cahaya iman, mengembangkan keunggulan ilmu pengetahuan, dan merawat persaudaraan. Sebab pendidikan yang sejati tidak hanya menghasilkan siswa yang berprestasi, tetapi juga manusia yang memiliki hati, karakter, dan kemampuan untuk menjadi berkat bagi sesama. (NM)

 


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini