BERITA

Detail Berita

“Nilai Terbaik Adalah Kejujuran” SMA BTB Gelar Ujian Mid Hari Pertama

Selasa, 22 September 2026 14:00 WIB
17 |   -

Balige – Trias Bintang Timur. Semangat kejujuran dan kedisiplinan menjadi pijakan utama SMA Swasta Bintang Timur 1 Balige dalam mengawali pelaksanaan ujian sekolah pada Senin (21/9/2026). Rangkaian kegiatan hari pertama ini mengusung komitmen bersama bahwa pencapaian akademis yang hakiki harus senantiasa dilandasi oleh nilai-nilai integritas yang tinggi.

Sejak pagi hari, tepat pukul 07.00 WIB, suasana di lingkungan sekolah sudah dipenuhi kedisiplinan para siswa-siswi yang hadir tepat waktu. Hari pertama kegiatan diawali secara khidmat melalui pelaksanaan doa pagi bersama di lapangan sekolah. Momen spiritual tersebut dibawakan oleh Bunga Mahulae dan Fr. Vincentius Kaunang,dengan renungan injil pada hari pertama tertulis pada “Matius 9:9-13” guna memberikan ketenangan batin, ketakwaan, serta kesiapan mental bagi seluruh siswa sebelum bertempur menghadapi lembar ujian.

Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pengarahan teknis yang disampaikan oleh Ibu Dewi I. Tampubolon selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Di hadapan seluruh peserta, beliau memberikan panduan mendalam mengenai tata cara penggunaan aplikasi ujian. Tak hanya menyampaikan arahan teknis, Ibu Dewi juga menekankan pesan moral yang sangat kuat mengenai pentingnya menjaga moralitas dan integritas selama proses Asesmen Sumatif Tengah Semester Ganjil (ASTS) berlangsung.

"Utamakan kejujuran daripada mencontek hanya demi mendapatkan nilai yang baik. Nilai akademis memang penting, tetapi kejujuran dan integritas diri jauh lebih berharga untuk masa depan kalian," tegas Ibu Dewi I. Tampubolon dalam arahannya yang disambut penuh perhatian oleh seluruh siswa.

Setelah sesi pengarahan selesai, para siswa langsung diarahkan untuk kembali ke ruang kelas masing-masing guna bersiap menghadapi ujian yang dijadwalkan dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Sebagai penegakan aturan dan langkah preventif agar tidak ada celah penyalahgunaan teknologi, seluruh siswa diwajibkan menyerahkan dan mengumpulkan perangkat handphone milik mereka di meja guru pengawas sebelum soal dibuka.

Sembari menunggu detik-detik mulainya ujian, suasana di dalam kelas mendadak berubah menjadi sangat hening dan fokus. Para siswa memanfaatkan menit-menit terakhir untuk kembali membuka buku, mengulas catatan, dan memantapkan pemahaman pada dua mata pelajaran yang diuji di hari pertama, yakni Matematika dan Sejarah.

Namun, dinamika hari pertama ujian tak lepas dari tantangan. Saat jam tepat menunjukkan pukul 08.00 WIB dan ujian pertama resmi dimulai, sistem ujian berbasis digital sekolah sempat mengalami gangguan. Aplikasi BTB yang menjadi media utama pengerjaan soal tiba-tiba mengalami error dan tidak dapat diakses secara optimal oleh para peserta. Sontak situasi tersebut sempat menimbulkan kepanikan kecil di antara para siswa yang sudah bersiap mengerjakan soal-soal Matematika.

Merespons situasi tersebut, panitia ujian dengan sigap mengambil kendali. Melalui mikrofon pengumuman sekolah, panitia memberikan himbauan dan menenangkan seluruh peserta agar tetap tenang serta tidak meninggalkan ruang kelas masing-masing. Langkah cepat ini berhasil mengondisikan suasana sekolah tetap tertib dan terkendali.

Setelah beberapa menit menunggu penanganan teknis, solusi pun ditemukan. Panitia menyampaikan instruksi baru bahwa akses masuk ke sistem aplikasi dapat dilakukan melalui pemindaian kode QR (scan barcode). Sontak, solusi tersebut langsung diterapkan di setiap ruang ujian dengan dipandu oleh guru pengawas.

Usai kendala aplikasi teratasi, pertarungan sesungguhnya baru dimulai. Di balik riuhnya perjuangan menembus hambatan teknis, suasana di dalam kelas diwarnai beragam ekspresi. Wajah-wajah penuh tekanan, bingung, hingga frustrasi terpancar jelas dari para siswa saat berhadapan dengan soal-soal Matematika, mata pelajaran yang kerap dicap "mematikan" dan menguras pikiran.

Meski dibayangi rasa rumitnya deretan angka serta rumus, para siswa-siswi tetap berusaha keras dan fokus menyelesaikan setiap soal dalam alokasi waktu 90 menit. Ketegangan baru sedikit mereda ketika bel istirahat pertama berbunyi, memberikan jeda waktu selama 30 menit bagi para siswa untuk melepaskan penat.

Selama masa istirahat tersebut, banyak siswa memilih berkumpul di sepanjang koridor hingga area depan sekolah. Mereka saling bertukar pikiran, membahas jawaban ujian Matematika tadi, hingga berdiskusi bersama untuk mempersiapkan diri menghadapi mata pelajaran kedua, yaitu Sejarah.

Sesi ujian mata pelajaran Sejarah pun berlangsung dengan kondusif setelah masa istirahat usai. Seluruh rangkaian pengerjaan soal dapat berjalan lancar hingga waktu pengerjaan berakhir.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan di hari pertama ujian, para siswa bersama-sama menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan pihak sekolah untuk memulihkan energi setelah seharian menguras pikiran. Setelah sesi makan siang usai, seluruh siswa dipersilakan untuk pulang ke rumah masing-masing. Para siswa bernafas legah sekaligus semangat baru untuk menghadapi ujian di hari berikutnya. Sukses untuk kita semua!

 

Kontributor:

Kezia Simanjuntak (Xl MIA 6)

Cristina Sitorus (XI MIA 6)

Oshin Ireneus Siregar (XI MIA 6)

Sry Mulyani Marpaung (XI MIA 6)

Bunga Natalia Mahulae (XI MIA 6)

Grace Br Kawalo (XI MIA 6)


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini