BERITA

Detail Berita

LKTD OSIS SMA BTB: Membentuk Pemimpin Muda yang Berkarakter, Berintegritas, dan Berjiwa Pelayan

Minggu, 13 September 2026 09:30 WIB
10 |   -

Silangit, TRIAS Bintang Timur 11–13 September 2026 — Sebanyak 42 pengurus OSIS SMA Swasta Bintang Timur 1 Balige mengikuti Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) yang dilaksanakan selama tiga hari, 11–13 September 2026, di Perkampungan Pemuda Zetun, Silangit. Kegiatan ini mengusung tema “Membentuk Pemimpin Muda yang Berkarakter, Berintegritas dan Berjiwa Pelayan.”

Kegiatan LKTD menjadi bagian penting dalam pembinaan pengurus OSIS sebagai calon-calon pemimpin muda di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan organisasi, tetapi juga diarahkan untuk membangun karakter, integritas, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta semangat kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala SMA Swasta Bintang Timur 1 Balige, Fr. Nisensius Mety, CMM. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kepemimpinan bukan terutama tentang jabatan dan kewenangan, melainkan tentang keteladanan, tanggung jawab, dan kesediaan untuk melayani.

Kepala Sekolah juga menekankan pentingnya menghidupi tiga pilar semangat mendidik Santo Yohanes Bosco, yaitu Iman, Ilmu Pengetahuan, dan Persaudaraan (Fides, Scientia et Fraternitas). Ketiga nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi para pengurus OSIS dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Iman menjadi dasar bagi seorang pemimpin untuk memiliki arah moral dan spiritual dalam setiap tindakan. Ilmu pengetahuan menjadi bekal untuk berpikir kritis, bijaksana, dan mampu mengambil keputusan. Sementara itu, persaudaraan menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan, menghargai perbedaan, dan menghadirkan kepemimpinan yang melayani.

“Menjadi pemimpin bukan pertama-tama tentang bagaimana kita memerintah, tetapi tentang bagaimana kita mampu memberikan diri, menjadi teladan, dan melayani orang lain. Karena itu, kepemimpinan OSIS harus berakar pada iman, dikembangkan melalui ilmu pengetahuan, dan diwujudkan dalam persaudaraan.” Demikian ungkap Fr. Nisen.

Membekali Pemimpin Muda dengan Berbagai Kompetensi

Pada Jumat, 11 September 2026, peserta mendapatkan materi “Dasar-Dasar Kepemimpinan” yang dibawakan oleh Dra. Risma Napitupulu, M.Pd. Materi ini memberikan pemahaman mengenai hakikat kepemimpinan, karakter seorang pemimpin, serta tanggung jawab yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin muda.

Selanjutnya, Kondar Leo Nadeak, S.Ag. membawakan materi “Kepemimpinan dalam Organisasi OSIS.” Peserta diajak memahami OSIS sebagai wadah pembelajaran kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, dan pengabdian di lingkungan sekolah.

Pada Sabtu, 12 September 2026, kegiatan dilanjutkan dengan Outbound: Kepemimpinan dan Team Building bersama Helmud Panjaitan, S.Sos. Melalui berbagai aktivitas kelompok, peserta dilatih untuk membangun kepercayaan, komunikasi, solidaritas, pembagian peran, dan kemampuan bekerja sebagai sebuah tim.

Pembinaan kemudian diperdalam melalui materi “Spiritualitas Kepemimpinan” yang dibawakan oleh Fr. Nisensius Mety, CMM. Peserta diajak melihat kepemimpinan sebagai panggilan untuk melayani dan menjadi teladan bagi sesama, khususnya dalam terang spiritualitas pendidikan Santo Yohanes Bosco.

Peserta juga mendapatkan materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) yang dibawakan oleh Dianto Simanjuntak, S.Pd. Kegiatan ini menjadi sarana pembentukan disiplin, ketertiban, kekompakan, serta kemampuan mengikuti dan memberikan instruksi dengan baik.

Kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu kompetensi penting seorang pemimpin. Karena itu, Dicky Ginting, S.Pd. memberikan materi “Komunikasi Efektif dan Public Speaking.” Peserta dibekali kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas, percaya diri, terstruktur, dan bertanggung jawab.

Pada Minggu, 13 September 2026, peserta mengikuti materi “Problem Solving dan Pengambilan Keputusan” yang dibawakan oleh Helmud Panjaitan, S.Sos. Materi ini mengajak peserta untuk mampu menghadapi persoalan organisasi secara kritis, tenang, dan bertanggung jawab.

Rangkaian materi kemudian ditutup dengan “Penyusunan Komitmen dan Rencana Kerja OSIS” yang dibawakan oleh Rimjoy Sidabutar, S.Pd. Peserta diarahkan untuk menerjemahkan seluruh pembelajaran selama LKTD ke dalam komitmen serta rencana kerja yang konkret dan dapat dilaksanakan dalam kepengurusan OSIS.

Didampingi dalam Proses Pembentukan Karakter

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pendampingan dari Ibu Martina Sihotang, S.Pd., Bapak Rimjoy Sidabutar, S.Pd., Frater Vinsensius Kaunang, CMM, Ibu Dewi Tampubolon, S.Pd., dan Bapak Helmud Panjaitan, S.Sos. Kehadiran para pendamping menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik sekaligus memberikan perhatian terhadap proses pembentukan karakter, kedisiplinan, kebersamaan, dan tanggung jawab para peserta.

Pendampingan tersebut juga menjadi bentuk nyata bahwa pembinaan kepemimpinan di SMA Swasta Bintang Timur 1 Balige tidak hanya dilakukan melalui kegiatan formal dan penyampaian materi, tetapi juga melalui keteladanan, kebersamaan, dialog, serta pendampingan yang dekat dengan para peserta.

Membawa Semangat Kepemimpinan Kembali ke Sekolah

LKTD OSIS SMA Swasta Bintang Timur 1 Balige diharapkan menjadi pengalaman pembentukan diri bagi para pengurus OSIS. Mereka tidak hanya belajar bagaimana menjalankan sebuah organisasi, tetapi juga belajar bagaimana menjadi pribadi yang mampu memimpin diri sendiri, bekerja bersama orang lain, menghadapi persoalan, mengambil keputusan, dan melayani dengan tulus.

Melalui kegiatan ini, para pengurus OSIS diharapkan mampu membawa semangat kepemimpinan tersebut kembali ke lingkungan sekolah. Mereka diharapkan menjadi teladan, penggerak persaudaraan, dan pribadi yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan bersama.

Tema “Membentuk pemimpin muda yang berkarakter, berintegritas dan berjiwa pelayan” pada akhirnya menjadi sebuah panggilan untuk menghidupi kepemimpinan sebagai proses pembentukan diri. Dalam semangat Santo Yohanes Bosco, kepemimpinan itu diharapkan tumbuh dari iman yang kokoh, ilmu pengetahuan yang memadai, dan persaudaraan yang nyata, Fides, Scientia et Fraternitas.

Dari Perkampungan Pemuda Zetun Silangit, para pemimpin muda Bintang Timur 1 Balige diharapkan kembali ke sekolah bukan hanya dengan membawa pengalaman selama tiga hari, tetapi juga dengan membawa komitmen baru untuk memimpin dengan hati, menjadi teladan, dan melayani dengan ketulusan. (NM)


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini