Jangan Takut Gagal, Beranilah Mencoba: Pesan Ibu Asimarita dalam Upacara Bendera
Balige, TRIAS Bintang Timur — 14 September 2026. Senin pagi kembali menjadi momentum bagi seluruh warga SMA Swasta Bintang Timur 1 Balige untuk meneguhkan semangat kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter melalui pelaksanaan upacara bendera. Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat dengan kelas XII IPS 3 sebagai penanggung jawab kegiatan.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ibu Asimarita Ompusunggu, S.Pd., Sementara itu, Albert Kenzo Siahaan dipercaya sebagai pemimpin upacara. Tugas pengibaran bendera dilaksanakan oleh Juniar, Maria, dan Jonatan, sedangkan pemimpin barisan adalah Crismas, Indra, dan Samuel. Rangkaian upacara juga melibatkan Clarita Silalahi sebagai pembaca protokol, Tessa Purba sebagai petugas doa, Marta Simanjuntak sebagai dirigen, dan Tiara Siagian sebagai ajudan pembina. Pembacaan UUD 1945 dan Ikrar Pelajar Indonesia dipercayakan kepada Defania dan Chelsi.
“Jangan Takut Gagal, Tetapi Takutlah Jika Tidak Mau Mencoba”
Dalam amanatnya, Ibu Asimarita mengawali pesan dengan mengajak seluruh warga sekolah untuk mensyukuri kesehatan dan kesempatan yang diberikan Tuhan sehingga dapat mengikuti upacara dengan baik. Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya memiliki keberanian untuk mencoba dan tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti. Menurut Ibu Asimarita, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kepintaran. Kemauan untuk belajar, kedisiplinan, kerja keras, kejujuran, dan sikap pantang menyerah merupakan bagian penting dalam perjalanan seseorang meraih cita-cita.
Para siswa juga diajak untuk tidak terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Sebaliknya, mereka perlu melihat perkembangan dirinya sendiri dari waktu ke waktu. “Bandingkanlah diri kalian dengan diri kalian yang kemarin. Apakah hari ini kalian sudah menjadi lebih baik?” Pesan tersebut menjadi refleksi sederhana bagi para siswa bahwa keberhasilan tidak selalu berarti menjadi lebih unggul daripada orang lain, tetapi menjadi pribadi yang terus bertumbuh dan berkembang.
“Saya Belum Bisa, tetapi Saya Akan Belajar Sampai Bisa”
Dalam menghadapi hasil belajar yang belum sesuai harapan, siswa diingatkan agar tidak mudah menyerah. Kalimat “Saya tidak bisa” perlu diubah menjadi “Saya belum bisa, tetapi saya akan belajar sampai bisa.” Ibu Asimarita juga mengingatkan para siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian dan berbagai penilaian dengan belajar secara konsisten.
“Belajarlah sedikit demi sedikit, tetapi konsisten. Karena keberhasilan bukan hasil dari belajar satu malam, melainkan hasil dari kebiasaan baik yang dilakukan terus-menerus.”
Selain ketekunan dalam belajar, kejujuran menjadi nilai yang tidak boleh ditawar. Para siswa diajak untuk tidak menyontek demi mendapatkan nilai tinggi.“Nilai yang diperoleh dengan kejujuran jauh lebih berharga daripada nilai tinggi yang diperoleh dengan cara yang tidak benar.” Guru, demikian disampaikan dalam amanat tersebut, tidak hanya ingin melihat angka dalam rapor, tetapi juga menyaksikan siswa bertumbuh menjadi manusia yang jujur, bertanggung jawab, mandiri, dan berkarakter.
Masa Depan Dimulai dari Hari Ini
Menutup amanatnya, Ibu Asimarita mengajak para siswa untuk menyadari bahwa masa depan sedang dipersiapkan melalui pilihan dan kebiasaan yang dilakukan hari ini. “Cita-cita tidak akan tercapai hanya dengan bermimpi. Cita-cita membutuhkan langkah, usaha, doa, dan keberanian untuk terus mencoba.”
Para siswa pun diajak menggunakan waktu sekolah dengan sebaik-baiknya, menghormati guru, menghargai orang tua, menyayangi teman, mematuhi aturan sekolah, serta tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar.
Upacara bendera akhirnya bukan sekadar rutinitas mingguan, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter dan penguatan semangat seluruh warga sekolah. Pesan Ibu Asimarita menjadi pengingat bahwa setiap siswa memiliki kesempatan untuk berkembang selama berani mencoba, mau belajar, dan tidak mudah menyerah.
Saya mau belajar.
Saya mau berusaha.
Saya mau jujur.
Saya tidak mudah menyerah.
Saya siap menjadi lebih baik setiap hari.
Semangat tersebut selaras dengan semangat pendidikan SMA Swasta Bintang Timur 1 Balige: Fides, Scientia et Fraternitas — Iman, Ilmu Pengetahuan, dan Persaudaraan.
Selamat belajar dan teruslah bertumbuh. Jangan takut gagal, beranilah mencoba! (NM)
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini